Nama : Ai Nurhayati
NIM : 2108090018
Kelas : 2A
MK : PembelajaranMenulis
Prodi : BahasadanSastra Indonesia
MENULIS PARAGRAF INDUKTIF
Pengertian Paragraf Induktif
Menurut Keraf (1980) Paragraf induktif adalah paragraf yang dimulai dengan menyebutkan peristiwa-peristiwa yang khusus, untuk menuju kepada kesimpulan umum, yang mencakup semua peristiwa khusus di atas. Sirai (1985) Paragraf Induktif adalah paragraf yang dimulai dengan mengemukakan penjelasan-penjelasan atau perincian, kemudian ditutup dengan kalimat utama. Pustekkom (2007) Paragraf Induktif adalah paragraf yang kalimat utamanya terletak di akhir paragraf, dimulai dari hal-hal yang khusus menuju kehal-hal yang umum. Adi Abdul Somad (2008) Paragraf Induktif adalah paragraf yang kalimat utamanya berada pada bagian akhir paragraf.
Menurut Keraf (1980) Paragraf induktif adalah paragraf yang dimulai dengan menyebutkan peristiwa-peristiwa yang khusus, untuk menuju kepada kesimpulan umum, yang mencakup semua peristiwa khusus di atas. Sirai (1985) Paragraf Induktif adalah paragraf yang dimulai dengan mengemukakan penjelasan-penjelasan atau perincian, kemudian ditutup dengan kalimat utama. Pustekkom (2007) Paragraf Induktif adalah paragraf yang kalimat utamanya terletak di akhir paragraf, dimulai dari hal-hal yang khusus menuju kehal-hal yang umum. Adi Abdul Somad (2008) Paragraf Induktif adalah paragraf yang kalimat utamanya berada pada bagian akhir paragraf.
Jadi paragraf induktif adalah paragraf yang dikembangkan dengan mengemukakan kalimat penjelas kemudian disimpulkan dalam kalimat utama yang terdapat diakhir paragraf.
Ciri-ciri Paragraf Induktif
1. Terlebih dahulu menyebutkan peristiwa-peristiwa khusus
2. Kemudian, menarik kesimpulan berdasarkan peristiwa-peristiwa khusus
3. Kesimpulan terdapat di akhir paragraf
4. Menemukan Kalimat Utama, Gagasan Utama, Kalimat Penjelas
5. Kalimat utama paragraf induktif terletak di akhir paragraf
6. Gagasan Utama terdapat pada kalimat utama
7. Kalimat penjelas terletak sebelum kalimat utama, yakni yang mengungkapkan peristiwa- peristiwa khusus
8. Kalimat penjelas merupakan kalimat yang mendukung gagasa utama
Jenis-Jenis Paragraf Indukti
a. Paragraf Generalisasi
Paragraf generalisasi adalah penalaran induktif dengan cara menarik kesimpulan secara umum berdasarkan sejumlah data. Jumlah data atau peristiwa khusus yang dikemukakan harus cukup dan dapat mewakili
Macam–macam Generalisasi :
1. Generalisasi sempurna adalah generalisasi dimana seluruh fenomena yang menjadi dasar penyimpulan diselidiki.
2. Generalisasi tidak sempurna adalah generalisasi dimana kesimpulan diambil dari sebagian fenomena yang diselidiki diterapkan juga untuk semua fenomena yang belum diselidiki.
b. Paragraf Analogi
Paragraf analogi dalam ilmu bahasa adalah persamaan antar bentuk yang menjadi dasar terjadinya bentuk-bentuk yang lain. Analogi merupakan salah satu proses morfologi dimana dalam analogi, pembentukan kata baru dari kata yang telah ada.
c. Paragraf SebabAkibat
Paragraf hubungan sebab akibat adalah paragraf yang dimulai dengan mengemukakan fakta khusus yang menjadi sebab, dan sampai pada simpulan yang menjadi akibat.
Contoh Paragraf Induktif
Hari ini dirinya terlihat bijaksana sekali. Dengan berpakaian jas berwarna hitam, celana panjang berwarna hitan, kemeja berwarna putih, serta dasi yang dikenakannya. Tidak lupa sepatu yang dikenakannya dan tas kesayangannya yang ia jinjing. Saat ia pergi, yang terbayang dibenak saya adalah bagaimana dia bekerja keras untuk menghidupi kami. Bila ia sedang tidak ada, kami merasa kehilangan canda tawanya. Setelah ia pulang, terlihat lelah di wajahnya, namun semua itu ia lakukan dengan sangat ikhlas. Dialah ayah yang sangat saya cintai.
(wartawarga. Gunadarma. ac.id/2010/03.contoh- paragraph-induktif)
Uraian Contoh
Berdasarkan contoh paragraf induktif di atas, kalimat utama berada pada akhir paragraf yaitu “Dialah ayah yang sangat saya cintaii”.Sedangkan yang merupakan kalimat penjelas adalah “Hari ini dirinya terlihat bijaksana sekali. Dengan berpakaian jas berwarna hitam, celana panjang berwarna hitan, kemeja berwarna putih, serta dasi yang dikenakannya. Tidak lupa sepatu yang dikenakannya dan tas kesayangannya yang ia jinjing. Saat ia pergi, yang terbayang dibenak saya adalah bagaimana dia bekerja keras untuk menghidupi kami. Bila ia sedang tidak ada, kami merasa kehilangan canda tawanya. Setelah ia pulang, terlihat lelah di wajahnya, namun semua itu ia lakukan dengan sangat ikhlas”.
Langkah-langkah menulis paragraf induktif
1. Menyusun kalimat topik atau gagasan pokok dengan baik dan jelas. Jadikan kalimat topik sebagai gagasan dan letakkan di akhir paragraf.
2. Menyusun kalimat-kalimat penjelas untuk menjelas kangagasan utama. Letakkan kalimat-kalimat penjelas sebelum gagasan pokok.
3. Membuat kerangka karangan.
4. Mengembangkan kerangka paragraf induktif menjadi sebuah paragraf induktif. Gunakan kalimat yang efektif, diksi yang tepat, danejaan yang benar.
5. Memeriksa kembali ejaan, ediksi unsur-unsur kebahasaan, dan memperbaiki jika masih terdapat kesalahan.
Paragraf induktif adalah sejenis paragraf yang dimulai dengan mengemukakan penjelasan-penjelasan atau perincian, kemudian ditutup dengan kalimat utama. Di dalam paragraf induktif, kalimat utama berada di akhir kalimat sedangkan kalimat penjelas terlebih dahulu diuraikan di atas.
Oleh karena itu, marilah kita menulis paragraf induktif, agar kita lebih memahami bagaimana ciri-ciri, jenis-jenis dan ketentuan-ketentuan dalam menulis paragraph induktif.
DAFTAR PUSTAKA
Abdul Somad,AdiTim edukatif.2006.bahasa indonesia.jakarta.erlangga
Bukupanduanpusatteknologiinformasidankomunikasi. Jakarta, 2007